Lokasi : Kabupaten Kerinci, Jambi
Cerita tahun : 2012
Cerita dan kejadian dalam cerita ini adalah Pengalaman saya secara pribadi di Tahun 2011, Cerita ini diawali pertama kali saya masuk di sekolah menengah atas (SMA). Dimana Saya mulai mencoba untuk merantau dan sekolah sambil bekerja di perantauan.
Diperantauan ini saya tinggal dirumah yang letak nya di perbatasan diantara dua desa,yang letak dari perbatasan antara dua desa tersebut berjarak sekitar 2km. Pertama kali saya tinggal di rumah tersebut saya tidak merasakan ada yang aneh.saya tinggal dirumah tersebut bersama dengan 4 orang teman saya yang sama-sama bersekolah ditempat yang sama.
Kemudian setelah beberapa bulan saya tinggal dirumah tersebut Teman-teman saya yang lain pindah ke desa sebelah yang dekat dengan sekolah dan saya sendiri masih bertahan dirumah tersebut.
Beberapa hari setelah teman-teman saya pindah saya mulai merasakan hal-hal aneh dirumah tersebut, pada malam hari nya saya mulai merasakan gangguan-gangguan, dimulai dari suara-suara dan kejadian-kejadian yang aneh.
Dimulai dari suara orang mengetuk pintu, ketika suara orang mengetuk pintu tersebut yang ada di fikiran pertama saya adalah itu teman saya yang datang, dan setelah saya buka pintu tersebut tidak ada siapa-siapa, dan pada saat itu saya masih berfikir positif,saya berfikir ini teman saya yang datang mau ngerjain saya,kemudian saya mulai mengecek kesamping-samping rumah dan benar saja tidak ada siapa-siapa pun disana.
Kemudian saya menghubungi teman saya yang terdekat agar mereka ketempat saya karena yang saya takutkan ini ada maling atau orang yang mau mencuri, kemudian teman saya datang untuk menemani saya pada malam itu. Dan benar saja kejadian yang saya alami pertama terjadi lagi, suara yang sama suara orang mengetuk pintu dan saya pun bersama teman saya tersebut membuka pintu tersebut dan hasil yang sama pun kita temukan tidak ada siapa-siapa diluar.
Dan pada saat itu saya baru sadar kalau ini gangguan dari makhluk lain,kemudian teman saya mulai panik dan saya berusaha menenangkan teman saya meskipun saya juga sebenarnya panik. Saya berusaha untuk tidak takut pada waktu itu, Dan kami langsung masuk kedalam rumah.
Keesokan harinya saya bercerita pada pemilik rumah kalau malamnya saya mengalami gangguan-gangguan aneh, dan pemilik rumah pun bercerita apa yang pernah terjadi dijalan depan rumah tersebut. "Dia bercerita kalau beberapa bulan yang lalu ada kecelakaan tabrakan didepan rumah tersebut yang korbannya tersebut mati ditempat".
Setelah saya mendengar cerita tersebut saya mulai merasa tidak nyaman untuk tinggal disana,akan tetapi saya terpaksa harus tinggal disana karena saya sekolah sambil bekerja dirumah tersebut agar saya bisa membiayai sekolah saya, dengan terpaksa saya masih bertahan disana.
Kemudian pada malamnya saya meminta teman saya lagi untuk menemani saya, pada malam itu ada 4 orang teman saya yang menemani saya, pada malam itu saya bersama dengan teman-teman saya kami bermain PS sampai jam 3 pagi dan selama kami bermain PS dari jam 21.00 gangguan-gangguan itu muncul lagi, gangguan yang pertama ketika teman saya yang lain bermain gitar di luar rumah tiba-tiba ayunan yang berada didepan rumah bergerak dengan sendirinya seolah-olah ada yang menaikinya, dan pada saat itu pun tidak ada angin.
Kemudian teman saya panik dan masuk kedalam rumah sambil ngomong "itu apaan diluar?" (Dengan nada panik), Kemudian saya bertanya balik "emang ada apaan?" Lalu dia menjelaskan kejadiannya "saya lagi bermain gitar sendirian tadi, terus tiba-tiba ayunan nya bergerak sendiri padahal tidak ada angin". Dan saya pun langsung mengecek apa yang teman saya ceritakan dan benar saja ayunan nya masih bergerak.
Saya pun langsung ngomong disana "kami tidak mengganggu kamu jadi tidak usah menakut-nakuti kami", dan ayunannya pun berhenti dan pada saat itu saya berfikir tidak akan ada lagi gangguan kedepannya. Beberapa jam kemudian sekitar jam 1.00 malam gangguan yang lain datang lagi seperti suara orang mengetuk pintu,suara orang menyapu diluar rumah, dan yang paling parah nya dinding kamar yang terbuat dari triplek dibikin bergetar seperti gempa dan teman-teman saya pun panik dan mereka langsung pulang kerumahnya masing-masing.
Kemudian setelah mereka pulang sekitar jam 3 pagi gangguan itu sudah tidak ada lagi, Dan pada malam berikutnya mereka sudah tidak mau menemani saya dirumah tersebut. Dan saya bertahan dirumah tersebut selama 8 bulan dengan gangguan-gangguan yang sama.
Pada akhirnya setelah 8 bulan saya saya memutuskan untuk meninggalkan rumah tersebut, pindah sekolah dan mencari pekerjaan lain, ini adalah pengalaman nyata yang saya alami sendiri.
Sumber : Khairul
