close
Lompat ke isi

Paus Yohanes XVIII

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yohanes XVIII
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
Januari 1004
Akhir masa kepausan
Juli 1009
PendahuluYohanes XVII
PenerusSergius IV
Informasi pribadi
Nama lahirGiovanni Fasano o Carminati
LahirRoma, Negara Kepausan
MeninggalJuli 1009
Roma, Negara Kepausan
Paus lainnya yang bernama Yohanes

Paus Yohanes XVIII (Latin: Ioannes XVIII; meninggal Juni atau Juli 1009) adalah uskup Roma dan penguasa nominal Negara Kepausan sejak Januari 1004 (25 Desember 1003 NS) hingga abdikasinya pada Juli 1009. Ia memiliki sedikit kekuasaan duniawi, memerintah selama perebutan kekuasaan antara John Crescentius dan Kaisar Henry II untuk menguasai Roma. Ia adalah paus terakhir yang menggunakan nama baptisnya selama berabad-abad. Setiap paus setelahnya (dengan pengecualian Adrianus VI dan Marselus II) telah menyandang nama kepausan yang baru.

Awal Kehidupan

[sunting | sunting sumber]

Giovanni Fasano lahir di Roma pada paruh akhir abad ke-10, dalam keluarga yang memiliki hubungan dengan kalangan klerus. Kehidupan awalnya dikelilingi oleh tradisi dan pembelajaran teologi yang mendalam, yang mempersiapkannya untuk menjalani panggilan sebagai pelayan Allah. Pada masa mudanya, ia dikenal sebagai pribadi yang saleh, rendah hati, dan bijaksana, serta memiliki kecakapan dalam bidang administrasi gereja.

Pemilihan sebagai Paus

[sunting | sunting sumber]

Giovanni Fasano terpilih sebagai Paus pada tahun 1004, menggantikan Paus Yohanes XVII yang masa kepausannya sangat singkat. Pemilihannya terjadi pada masa ketika pengaruh Kekaisaran Romawi Suci sangat kuat, sehingga beberapa sejarawan menyebut bahwa pemilihannya dipengaruhi oleh Otto III, Kaisar Romawi Suci. Namun, tidak dapat disangkal bahwa Yohanes XVIII dipandang sebagai pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan spiritual dan politik dalam situasi yang sulit.

Kepemimpinan dan Kebijakan

[sunting | sunting sumber]

Sebagai Paus, Yohanes XVIII berusaha keras untuk menjaga perdamaian di dalam Gereja dan antara kekuatan politik yang saling bersaing. Ia dikenal sebagai mediator yang ulung, sering kali menggunakan kebijaksanaan dan diplomasi untuk meredakan konflik yang muncul di antara para bangsawan Italia maupun para pemimpin gereja lokal.

Yohanes XVIII juga berusaha memperbaiki hubungan Gereja dengan Patriarkat Konstantinopel, meskipun perpecahan besar antara Gereja Timur dan Barat pada tahun 1054 belum terjadi. Ia mengirim beberapa utusan untuk menjalin dialog dengan Gereja Timur, suatu langkah yang mencerminkan visinya tentang persatuan umat Kristiani.

Masa Akhir dan Pengunduran Diri

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1009, Yohanes XVIII mengundurkan diri dari jabatan Paus, sebuah tindakan yang sangat jarang terjadi dalam sejarah kepausan. Alasan pasti di balik pengunduran dirinya tidak sepenuhnya jelas, tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa kesehatannya yang semakin memburuk dan tekanan politik yang terus-menerus menjadi penyebab utama. Setelah mengundurkan diri, ia menghabiskan sisa hidupnya di sebuah biara, menjalani kehidupan doa dan pertobatan hingga wafatnya.

Wafat dan Peninggalan

[sunting | sunting sumber]

Paus Yohanes XVIII meninggal dunia pada tahun yang sama, yakni 1009, di biara tempat ia mengabdikan diri pada Tuhan. Jenazahnya dimakamkan di Roma, meskipun lokasi pastinya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Warisan Yohanes XVIII terletak pada usahanya untuk menjaga kesatuan Gereja di tengah situasi yang penuh dengan tantangan politik. Kepemimpinannya, meskipun singkat, mencerminkan dedikasi yang mendalam terhadap misi spiritual Gereja dan visinya tentang persatuan umat Kristiani.

Didahului oleh:
Yohanes XVII
Paus
10041009
Diteruskan oleh:
Sergius IV

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Liber Pontificalis (Kitab Paus).
  2. Ensiklopedia Katolik.
  3. Sejarah Kepausan Abad Pertengahan: Hubungan antara Kekaisaran dan Takhta Suci.
  4. Kronik Kekaisaran Romawi Suci, 1000–1100 M.