close
Lompat ke isi

Icchantika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam Buddhisme Mahayana, icchantika (一闡提) adalah orang tidak percaya yang tidak dapat diperbaiki, yang tidak memiliki keyakinan pada ajaran Buddha dan tidak memiliki prospek untuk mencapai pencerahan.[1]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Menurut beberapa kitab suci Buddhismme Mahayana, icchantika adalah jenis makhluk yang paling rendah dan paling tersesat secara spiritual dari semua jenis makhluk. Istilah ini menyiratkan seseorang yang menyerahkan diri sepenuhnya pada hedonisme dan keserakahan.[2]

Dalam sutra-sutra Tathāgatagarbha, yang beberapa di antaranya memberikan perhatian khusus pada para icchantika, istilah ini sering digunakan untuk orang-orang yang tidak percaya pada Buddha, Kedirian-Nya yang abadi, dan Dharma (Kebenaran)-Nya atau pada karma; yang secara serius melanggar kode moral buddhis dan Vinaya; serta yang berbicara secara merendahkan dan meremehkan realitas Benih Kebuddhaan (Buddha-dhatu) yang abadi atau Tathagatagarbha yang ada di dalam semua makhluk.[2][note 1]

Dua versi terpendek dari Mahāyāna Mahāparinirvāṇa Sūtra (terjemahan Faxian dan versi Tibet dengan panjang menengah) menunjukkan bahwa icchantika telah sepenuhnya memutus semua akar kebaikannya sehingga ia tidak akan pernah bisa mencapai pembebasan dan Nirwana atau pencerahan (Kebuddhaan).[3] Sebaliknya, versi penuh Dharmakshema dari Sutra Mahayana Mahaparinirvana bersikeras bahwa bahkan icchantika pada akhirnya dapat menemukan pelepasan ke Nirwana, karena tidak ada fenomena yang tetap (termasuk jenis orang yang diduga tersesat ini) dan bahwa perubahan menuju yang lebih baik dan yang terbaik selalu merupakan suatu kemungkinan.[3]

Kitab suci lainnya (seperti Sutra Lankavatara) menunjukkan bahwa para icchantika akan diselamatkan melalui kekuatan pembebasan Buddha - yang, sebagaimana diklaim, tidak akan pernah meninggalkan makhluk apa pun.

Buswell mencatat: "Dengan pengecualian utama dari Aliran Faxian [...], umat Buddha Asia Timur menolak doktrin icchantika dan lebih mendukung gagasan bahwa semua makhluk, bahkan penghuni neraka sekalipun, mempertahankan kapasitas untuk mencapai pencerahan."[4]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. Termasuk para icchantika itu sendiri, meskipun hal itu lebih tersembunyi dari kesadaran mereka dibandingkan pada individu lain karena besarnya penumpukan kesalahan/keburukan dan khayalan yang menyembunyikannya dari pandangan mereka.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Buswell, Robert Jr; Lopez, Donald S. Jr., ed. (2013). Icchantika, in Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton, NJ: Princeton University Press. hlm. 370. ISBN 9780691157863.
  2. 1 2 Hodge, Stephen (2006). "On the Eschatology of the Mahaparinirvana Sutra and Related Matters" (PDF). lecture delivered at the University of London, SOAS. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal June 14, 2013.
  3. 1 2 Liu, Ming-Wood (1984). 'The Problem of the Icchantika in the Mahāyāna Mahāparinirvāṇa Sūtra', Journal of the International Association of Buddhist Studies 7 (1), 71-72
  4. Buswell, Robert E. (2003). Encyclopedia of Buddhism, vol.1. New York: Macmillan Reference Lib. hlm. 351. ISBN 0028657187.

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]