Dringu, Probolinggo
Dringu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Probolinggo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Indah Rohani, S.Sos, M.M. | ||||
| Populasi (2025) | |||||
| • Total | 54.086 jiwa | ||||
| Kode pos | 67271 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.13.19 | ||||
| Kode BPS | 3513200 | ||||
| Luas | 31,13 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 14 | ||||
| |||||
Dringu adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Dringu adalah penyangga Kota Probolinggo yang terletak di timur kota dan dilintasi Jalan Pantura. Di sepanjang jalan tersebut terdapat pusat perekonomian kecamatan seperti Pasar Dringu dan Pasar Bawang yang cukup ramai. Pasar Bawang sendiri adalah pusat perdagangan bawang merah terbesar di wilayah Tapal Kuda.[1] Salah satu jenis bawang yang populer di pasar tersebut adalah varietas "Biru Lancor" asli Probolinggo.[2] Selain itu, jalan raya di Dringu juga dikenal sebagai sentra ikan asap.[3]
Dringu terdapat pabrik gula besar bernama PG Wonolangan, yang merupakan salah satu dari beberapa pabrik gula zaman kolonial yang masih aktif di Probolinggo. Pabrik ini awalnya dikelola oleh PTPN XI sebelum akhirnya menjadi bagian dari PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).[4] Di dekat pabrik tersebut juga terdapat Rumah Sakit IHC Wonolangan yang sebelumnya merupakan Balai Kesehatan Perkebunan.[5]
Dringu pernah menjadi lokasi kantor pemerintahan Kabupaten Probolinggo. Pada tahun 2010, ditetapkan peraturan tentang pemindahan ibu kota kabupaten dari Kota Probolinggo ke Kraksaan sehingga kantor di Dringu secara bertahap mulai ditinggalkan. Setelah bertahun-tahun tidak dipakai, bekas kantor pemkab sekarang telah direnovasi menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP) yang diresmikan pada tahun 2018.[6]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Dringu adalah kecamatan yang terletak di timur Kota Probolinggo dan berbatasan dengan Selat Madura di utara. Geografi Dringu berupa dataran rendah yang lahannya didominasi oleh areal pertanian. Komoditas utama di Dringu di antaranya adalah jagung dan bawang merah. Selain itu, di pesisir utara juga terdapat areal pertambakan.
Batas wilayah Kecamatan Dringu adalah sebagai berikut:[7]
| Utara | Selat Madura |
| Timur | Kecamatan Gending |
| Selatan | Kecamatan Tegalsiwalan |
| Barat |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Dringu terdiri dari 14 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau blok, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Kelurahan / Desa | Nama Dusun atau Blok | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Dringu | Krajan, Bandaran, Gandekan, Ngemplak, Pesisir, Tambak | [7] |
| 2 | Kalirejo | Krajan, Bengkingan, Kaliamas, Nenek | [7] |
| 3 | Kalisalam | Gepeng, Grogol, Kebonan, Langgaran, Wonosalam | [7] |
| 4 | Kedungdalem | Kademangan, Karangdalem, Kedungbajul, Kronggengan, Satriyan, Siwalan | [7] |
| 5 | Mranggon Lawang | Krajan, Darungan, Mranggon | [7] |
| 6 | Ngepoh | Krajan, Lajuk, Makam | [7] |
| 7 | Pabean | Krajan, Cabean, Pandean, Wonopaten | [7] |
| 8 | Randuputih | Krajan, Randulimo | [7] |
| 9 | Sekarkare | Krajan, Banyuputih, Parsean, Pesisir, Sekargadung | [7] |
| 10 | Sumberagung | Dahlia, Mawar, Melati | [7] |
| 11 | Sumbersuko | Krajan, Kalianyar, Sekolahan | [7] |
| 12 | Tamansari | Krajan, Budagan, Bukolan, Parsehan, Sumberkepoh | [7] |
| 13 | Tegalrejo | Krajan, Galgede Kidul, Galgede Kulon, Galgede Wetan, Sumber, Tesnan | [7] |
| 14 | Watuwungkuk | Krajan, Kacangan, Karangtengah, Lembahan, Sanggar | [7] |
Riwayat pemekaran
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1992, Kecamatan Dringu mengalami pemekaran wilayah. Desa-desa di selatan Dringu berpisah dan menjadi bagian dari kecamatan yang baru terbentuk. Desa-desa tersebut yakni: Desa Tegalsiwalan (ibu kota kecamatan), Sumberkledung, Banjarsawah, dan Sumberbulu. Keempat desa tersebut bergabung dengan 8 desa dari kecamatan lain untuk membentuk Kecamatan Tegalsiwalan. Sekarang tersisa 14 desa yang masih ada di Kecamatan Dringu.[8]
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]- Pasar Dringu
- Pasar Bawang
- Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo
- Universitas Panca Marga (UPM)
- Pabrik Gula (PG) Wonolangan
- RS IHC Wonolangan
Kuliner
[sunting | sunting sumber]- Sentra ikan asap Dringu
- Ayam Bakar Bawangan
- Rawon Sinto
Galeri sejarah
[sunting | sunting sumber]- Pabrik Gula Wonolangan di zaman kolonial
- Sebuah lokomotif di PG Wonolangan
- Lokomotif bekas di PG Wonolangan
- Sebuah lokomotif bekas PG Wonolangan
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ M Rofiq (2026-07-30). "Jelang Panen, Harga Bawang Merah Probolinggo Anjlok Jadi Rp 14 Ribu/Kg". DETIK JATIM.
- ↑ Jawanto Arifin (2019-08-04). "Target Ekspor 300 Ton Bawang Merah, Cegah Harga Anjlok saat Panen Raya". RADAR BROMO.
- ↑ M Rofiq (2026-03-23). "Menengok Sentra Ikan Asap Dringu Probolinggo yang Sepi Setelah Ada Tol". DETIK JATIM.
- ↑ Inneke Agustin (2024-07-21). "Jejak Sejarah Pabrik Gula Wonolangan di Probolinggo, Didirikan oleh Charles Etty di Era Belanda, Aktif Sampai saat Ini". RADAR BROMO.
- ↑ "IHC Rumah Sakit Wonolangan Probolinggo". PT Nusantara Sebelas Medika. Diakses tanggal 2026-08-09.
- ↑ Ikhsan Mahmudi, Witanto, ed. (2018-12-19). "Bekas Kantor Pemkab di Dringu Jadi Mal Pelayanan Publik". NGOPIBARENG.id.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kabupaten Probolinggo Dalam Angka 2026. BPS Kabupaten Probolinggo. 2026-02-27.
- ↑ PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1992 TENTANG PEMBENTUKAN 18 (DELAPAN BELAS) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BLITAR, LUMAJANG, SITUBONDO, LAMONGAN, PROBOLINGGO MALANG, BOJONEGORO, DAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURABAYA DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR (PDF).

