close
Lompat ke isi

Kongres Wina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kongres Wina adalah sebuah pertemuan antara para wakil dari kekuatan-kekuatan besar di Eropa. Pertemuan ini dipimpin oleh negarawan Austria, Klemens Wenzel von Metternich dan diadakan di Wina, Austria dari 1 September 1814 hingga 9 Juni 1815. Tujuannya adalah untuk menentukan kembali peta politik di Eropa setelah kekalahan Prancis kekuasaan Napoleon pada musim semi sebelumnya.

Perbicangan dalam kongres ini tetap berlanjut meskipun Napoleon Bonaparte, mantan Kaisar Prancis kembali dari pengasingan dan melanjutkan kekuasaan di Prancis pada Maret 1815. Pasal Terakhir Kongres ditandatangani sembilan hari sebelum kekalahan terakhir Napoleon pada Pertempuran Waterloo. Secara teknis, "Kongres Wina" sebenarnya tidak pernah dilaksanakan, karena Kongres tersebut tidak pernah bersidang dalam sesi pleno, tetapi hanya berbincang dalam sesi-sesi informal yang dihadiri para kekuatan besar.

Beberapa pemimpin dan wakil negara yang hadir:

  1. Pangeran Metternich dari Austria, Kanselir Austria
  2. Viscount Castlereagh (Britania Raya)
  3. Tsar Alexander I dari Rusia
  4. Karl August von Hardenberg, Perdana Menteri Prusia
  5. Raja Friedrich Wilhelm III dari Prusia
  6. Charles Maurice de Talleyrand-Perigord (Prancis)
BERJAYA

Kongres dilaksanakan dengan format pertemuan formal dan pembentukan kelompok kerja antar seluruh negara yang hadir dengan fungsi diplomasi formal. Namun, sebagian besar Kongres Wina dilakukan secara informal melalui salon, jamuan dan pesta.[1]

Empat Besar

[sunting | sunting sumber]

Empat kekuatan besar sebelumnya membentuk bagian utama dari Koalisi Keenam dalam perang melawan Prancis. Pada saat Napoleon akan kalah, mereka telah menggaris besarkan syarat mereka di Perjanjian Chaumont pada Maret 1814, dan merundingkan Traktat Paris (1814) dengan pemerintahan Kerajaan Prancis pengasingan dibawah Louis XVIII dari Prancis untuk menfasilitasi restorasi:[2]

Kekuatan Kecil, peserta Trakat Paris 1814

[sunting | sunting sumber]

Negara-negara ini tidak hadir di Perjanjian Chaumont namun mereka meratifikasi Traktat Paris (1814):

Taktik diplomasi

[sunting | sunting sumber]

Polandia dan Sacshen

[sunting | sunting sumber]

Isu yang paling kompleks dalam Kongres Wina adalah perlakuan terhadap wilayah Polandia dan Sachsen. Karena keduanya berpihak kepada Napoleon Bonaparte, Rusia menginginkan sebagian besar wilayah Polandia sementara Prusia ingin menganeksasi Sachsen. Tsar Aleksandr I dari Rusia mau menjadi Raja Polandia.[9] Setelah dianalisa oleh Austria, Austria menolak gagasan tersebut. Penolakan Austria didukung oleh Britania Raya sementara Prusia mendukung mosi Rusia, menyebabkan hasil seri. Talleyrand kemudian menawarkan solusi: Masukan Prancis ke dalam lingkaran dalam koalisi dan Prancis akan mendukung Austria dan Britania Raya. Ketiga negara kemudian menandatangani sebuah perjanjian pada 3 Januari 1815 diantara ketiga negara yang berisi bahwa mereka akan berperang melawan Rusia dan Prusia, jika diperlukan, untuk menghentikan rencana Rusia.[10]

Tsar Aleksandr I mengetahui perjanjian rahasia tersebut, dan kemudian ia menawarkan kompromi yang memuaskan seluruh pihak pada 24 Oktober 1815. Kompromi tersebut adalah Rusia akan mendapatkan sebagian besar wilayah Kadipaten Warsawa sebagai "Kerajaan Polandia" yang bernama Ketsaran Polandia dimana Tsar Aleksandr I menjadi raja dan negara tersebut dikuasai secara terpisah dari Rusia. Namun, wilayah mayoritas Polandia Raya dan Kuyavia, beserta Wilayah Chełmno akan diberikan kepada Prusia dan sebagian besar termasuk juga wilayah Keharyapatihan Posen (Poznań), sementara Kraków akan diberikan status kota bebas dan akan menjadi wilayah protektorat bersama untuk Rusia, Prusia dan Austria. Selain itu, Tsar Aleksandr I setuju untuk tidak mengabungkan wilayah yang ia dapatkan dengan wilayah yang sudah dianeksasi dari pemisahan pertama yang sudah menjadi wilayah Rusia pada 1790an. Prusia mendapatkan 60% wilayah Sachsen, kebanyakan wilayah tersebut menjadi Provinsi Sachsen sejak 1816 (dengan Lusatia Hilir dan beberapa wilayah lain digabungkan ke Provinsi Brandenburg dan Lusatia Hulu masuk ke Provinsi Silesia); Sisa wilayah Sachsen tetap menjadi negara merdeka dibawah pimpinan Frederick Augustus I dari Sachsen sebagai Kerajaan Sachsen.[11]

Perjanjian akhir

[sunting | sunting sumber]

Akta Akhir, yang mencakup semua perjanjian terpisah, ditandatangani pada tanggal 9 Juni 1815 (sembilan hari sebelum Pertempuran Waterloo).[12] Beberapa pasal meliputi:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Rösch, Felix (2020-10-26). "Affect, practice, and change: Dancing world politics at the Congress of Vienna". Cooperation and Conflict (dalam bahasa Inggris). 56 (2): 123–140. doi:10.1177/0010836720954467. ISSN 0010-8367.
  2. Nicolson 1946, hlm. 118–133.
  3. Kissinger 1957, hlm. 7–28.
  4. Kissinger 1957, hlm. 9–36.
  5. Nicolson 1946, hlm. 158.
  6. Simon, Walter M. (1956). "Prince Hardenberg". Review of Politics. 18 (1): 88–99. doi:10.1017/S0034670500023597. JSTOR 1404942.
  7. Blinn, Harold E. (1935). "New Light on Talleyrand at the Congress of Vienna". Pacific Historical Review. 4 (2): 143–160. doi:10.2307/3633726. JSTOR 3633726.
  8. Bernard, hlm. 381.
  9. Zawadzki, W.H. (1985). "Russia and the Re-Opening of the Polish Question, 1801–1814". International History Review. 7 (1): 19–44. doi:10.1080/07075332.1985.9640368.
  10. Nicolson, Sir Harold (2001). The Congress of Vienna: A Study in Allied Unity: 1812–1822 Diarsipkan 22 March 2015 di Wayback Machine. Grove Press; Rep. Ed. pp. 140–164. ISBN 0-8021-3744-X
  11. Webster 1913, hlm. 49–101.
  12. An Italian version of the Final Act was published in 1859: Atto finale del Congresso di Vienna fra le cinque grandi potenze, Austria, Francia, Inghilterra, Prussia e Russia del 9 giugno 1815 (dalam bahasa Italia). Milan: Sanvito. 1859.
  13. Historia Civilis (2022-04-02). The Congress of Vienna (Part 2) (1814 to 1815). Diakses tanggal 2025-03-07 via YouTube.
  14. "Prussian payment for Swedish Pomerania". Grosstuchen.
  15. Bernard, hlm. 417.
  16. Atto Finale 1859, hlm. 67–68, Art. 118, paragraph n. 15.
  17. Atto Finale 1859, hlm. 64 ff, Articles 108 et seq..