close
Lompat ke isi

Tus, Iran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
BERJAYA
Kubah Haruniyeh di Tus. Beberapa orang menyatakan bahwa tempat tersebut adalah makam al-Ghazali, tetapi dipersengketakan.
BERJAYA
Makam Ferdowsi di Tus.

Tus (bahasa Persia: توس, translit. Tūs, bahasa Arab: طوس, translit. Ṭūs) adalah sebuah kota kuno di Provinsi Razavi Khorasan, Iran dekat Masyhad. Bagi bangsa Yunani kuno, kota tersebut dikenal sebagai Susia (bahasa Yunani Kuno: Σούσια). Kota tersebut ditaklukan oleh Aleksander Agung pada 330 SM. Kota tersebut juga dikenal sebagai Tusa.[1]

Tus diambil oleh khalifah Umayyah Abdul al-Malik dan masih berasal di bawah naungan Umayyah sampai 747, saat pasukan Abu Muslim Khorasani mengalahkan gubernur Umayyah pada Revolusi Abbasiyyah.[2] Pada 809, Khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid jatuh sakit dan meninggal di Tus, kemudian diistirahatkan di Khorasan.[3] His grave is located in the region.[4]

Tus hampir seluruhnya dihancurkan oleh penaklukan Mongol antara 1220 dan 1259.

Orang paling terkenal yang berasal dari wilayah tersebut adalah teolog, yuris, filsuf dan mistikus al-Ghazali. Yang lainnya adalah penyair Ferdowsi, pengarang epik Persia Shahnameh, yang mausoleum-nya, yang dibangun pada 1934 selama se-milenium kelahirannya, mendominasi kota tersebut. Pemukim Tus terkenal lainnya meliputi polimatik awal Jābir ibn Hayyān; penyair Asadi Tusi; vizier Seljuk berkuasa Nizam al-Mulk; polimatik abad pertengahan Nasir al-Din al-Tusi; dan Ulama Syiah Dua Belas Imam Abu Ja'far Tusi.

Kota Tus termasuk dalam wilayah Khorasan Raya.[1] Kota Tus telah menjadi bagian dari Kekhalifahan Abbasiyah pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid.[5] Wilayah Kota Tus kini merupakan bagian dari Provinsi Razavi Khorasan, Iran.[5][6] Kota Tus terletak dekat dengan Kota Masyhad dan menjadi kota satelit untuk Kota Masyhad.[4][7]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 501 H, sebuah madrasah didirikan oleh Al-Ghazali di Kota Tus.[8][9] Pendirian dilakukan setelah pasukan Muslim kalah melawan Pasukan Salib dalam Perang Salib Pertama yang mengakibatkan Kota Yerusalem ditaklukkan pada tahun 1099 M.[10][11] Madrasah yang didirikan oleh Al-Ghazali utamanya mengkaji tentang penyucian diri seorang muslim. Dalam Madrasah Tus, Al-Ghazali mengutamakan pencapaian berupa perubahan pandangan seorang muslim bahwa ilmu merupakan suatu yang teramat penting. Selan itu, Madrasah Tus juga membangun budaya menuntut ilmu sebagai bagian dari penyucian jiwa manusia muslim. Murid yang belajar di Madrasah Al-Ghazali berasal dari berbagai negeri. Para alumnus dari Madrasah Al-Ghazali kemudian menyebar dan mengajarkan penyucian diri di daerah asalnya masing-masing.[10] Kota Tus menjadi salah satu pusat pendidikan dan kebudayaan di wilayah Khorasan Raya selama masa hidup Al-Ghazali.[12]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Al-Ghazali (Februari 2022). Hasmand, Fedrian (ed.). Al-Mustashfa Jilid 1: Rujukan Utama Ushul Fikih [Al-Musthafa min Ilmi al-Ushul]. Diterjemahkan oleh Irham, Masturi. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 1. ISBN 978-979-592-971-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Tus, V. Minorsky, The Encyclopaedia of Islam, Vol. X, ed. P.J. Bearman, T. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel and W.P. Heinrichs, (Brill, 2000), 741.
  3. The Court of the Caliphs by Hugh N Kennedy (ISBN 0-297-83000-7)
  4. 1 2 Guillot, C., dan Kalus, L. (Maret 2008). Inskripsi Islam Tertua di Indonesia. Diterjemahkan oleh Lesmana, L., dkk. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 87. ISBN 978-979-910103-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Tucker, Spencer C., ed. (2019). Middle East Conflicts from Ancient Egypt to the 21st Century: An Encyclopedia and Document Collection Volume 1 (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 508. ISBN 978-1-4408-5353-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Wibowo, Hamid Sakti (November 2023). Ilmuwan Muslim: Kontribusi Berharga Mereka untuk Peradaban Dunia. Tiram Media. hlm. 21. {{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Lonely Planet Publications (2008). Iran: A Travel Survival Kit (dalam bahasa Inggris). Lonely Planet Publications. hlm. 364.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Marhani (Desember 2021). Amin, Jamilah (ed.). Relevansi Pemikiran Akhlak Al-Ghazali dalam Kehidupan Sosial Masyarakat (PDF). Parepare: IAIN Parepare Nusantara Press. hlm. 29. ISBN 978-623-6622-74-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Al-Ghazzali 2023, hlm. 11-12.
  10. 1 2 Al-Ghazzali 2023, hlm. 12.
  11. Al-Ghazzali 2023, hlm. 11.
  12. Soendhoro (1963). Peristiwa-peristiwa dan Tokoh-tokoh Penting dalam Sedjarah Dunia. Pradnjaparamita II. hlm. 37. {{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Al-Ghazzali, Abu Hamid (Juli 2023). Muhardi (ed.). Wahai Ananda!: Petuah Emas Imam Al-Ghazzali kepada Para Penuntut Ilmu. Diterjemahkan oleh Husamuddin, Abu. S: Pustaka Arafah. ISBN 978-602-6337-54-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]