close
Lompat ke isi

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari TNI-AD)
Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Darat
BERJAYA
Lambang TNI Angkatan Darat
Dibentuk15 Desember 1945 (1945-12-15)
(80 tahun, 8 bulan)
NegaraBERJAYA Indonesia
AliansiTentara Nasional Indonesia
Tipe unitAngkatan Darat
PeranMenegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Jumlah personel
  • 304.000 personel aktif
  • 42.186 personel cadangan
Bagian dariBERJAYA Tentara Nasional Indonesia
Markas BesarGambir, Jakarta Pusat
MotoKartika Eka Paksi
(Bahasa Sanskerta: "Burung gagah perkasa dengan satu cita-cita yang mulia")
Warna
HimneMars Kartika Eka Paksi
Ulang tahun15 Desember (Hari Juang Kartika)[1]
Pertempuran
Situs webtniad.mil.id
Tokoh
Panglima TertinggiBERJAYA Presiden Prabowo Subianto
Kepala StafBERJAYA Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Wakil Kepala StafBERJAYA Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa
Inspektur JenderalBERJAYA Letnan Jenderal TNI Erwin Djatniko
Koordinator Staf AhliBERJAYA Letnan Jenderal TNI Muhammad Zamroni
Insignia
BenderaBERJAYA
RoundelBERJAYA BERJAYA
Fin FlashBERJAYA

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat, menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain, melaksanakan pembangunan dan pengembangan kekuatan di darat dan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat.[2]

Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 4 komando utama pembinaan (Kotama Bin) yaitu Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad), Komando Daerah Militer (Kodam) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).[2]

Selain komando utama operasi, TNI-AD juga memiliki komando pendidikan yang mendidik para perwira dan calon perwira di Akademi Militer (Akmil), Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapaad), dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Cikal bakal lahirnya TNI pada awal kemerdekaan Indonesia dimulai dari penggabungan kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari hasil didikan Kekaisaran Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari laskar rakyat. Hasil penggabungan ini menghasilkan sebuah lembaga yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (juga TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).[3]

Pada masa Orde Baru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) digabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penggabungan ini membentuk sebuah badan dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri.[4][5]

Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, [6]mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945,[7] serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.[8]

Mempertahankan kemerdekaan

[sunting | sunting sumber]

Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia. Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat. Perlawanan tersebut menimbulkan pertempuran yang terjadi di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung (1946), Medan (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Manado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pada saat menghadapi Agresi Militer Belanda II,[9] walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta[10][11] telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Soedirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara gerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.

Akibat dari perlawanan tersebut akhirnya bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad

Menjaga keutuhan bangsa dan negara

[sunting | sunting sumber]

TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965,[12][13] terhadap pemberontakan DI/TII di Jawa Barat,[14][15] Pemberontakan DI/TII di Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatera Barat, Permesta di Manado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan Tenggara, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, Republik Maluku Selatan di Ambon, Gerakan Aceh Merdeka di Aceh, Dewan Garuda di Sumatera Selatan, dan Organisasi Papua Merdeka di Papua. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum MPR/Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan pada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara indonesia

Organisasi

[sunting | sunting sumber]

TNI Angkatan Darat adalah bagian dari Tentara Nasional Indonesia dan disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019,[16] di mana Markas Besar Tentara Nasional Indonesia membawahi Markas Besar TNI Angkatan Darat.[2]

Unsur Pimpinan TNI AD[2]

[sunting | sunting sumber]

Unsur Pembantu Pimpinan[2]

[sunting | sunting sumber]

Seluruh unsur pembantu pimpinan dijabat oleh perwira tinggi bintang tiga dengan pangkat Letnan Jenderal dan perwira tinggi bintang dua dengan pangkat Mayor Jenderal

Unsur Pelayanan[2]

[sunting | sunting sumber]

Komando Utama Pembinaan[2]

[sunting | sunting sumber]

Badan Pelaksana Pusat[2]

[sunting | sunting sumber]

Pangkalan

[sunting | sunting sumber]

Kecabangan

[sunting | sunting sumber]

Tanda Kepangkatan

[sunting | sunting sumber]

Di TNI Angkatan Darat, sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari, Perwira, Bintara dan Tamtama. Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Darat adalah Jenderal Besar dengan bintang lima. Sampai saat ini ada 3 orang perwira TNI Angkatan Darat yang dianugerahi pangkat tersebut. Mereka adalah:

TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). Kasad saat ini Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Persenjataan dan Perlengkapan Infanteri

[sunting | sunting sumber]

Senjata ringan

[sunting | sunting sumber]
Nama Asal Tipe Kaliber Keterangan
Pindad P1/P2[18]BERJAYA IndonesiaPistol semiotomatis9x19mmVersi lokal dari Browning Hi-Power, dengan lisensi dari FN Herstal. Sekitar 30.000 P1 dan 2.000 P2 diproduksi.
Pindad G2 Elite dan G2 CombatBERJAYA IndonesiaPistol semiotomatis9x19mmSenjata standar TNI AD.
Pindad PM2[18]BERJAYA IndonesiaPistol mitraliur9x19mm
MP5 seriesBERJAYA JermanPistol mitraliur9x19mmDigunakan oleh pasukan khusus.
AK-47[18]BERJAYA Uni SovietSenapan serbu7.62x39mm
Pindad SS1[18]BERJAYA IndonesiaSenapan serbu5.56x45mmDidasarkan pada FN FNC.
Pindad SS2[18]BERJAYA IndonesiaSenapan serbu5.56x45mmModenisasi SS1.
M16[18]BERJAYA Amerika SerikatSenapan serbu5.56x45mm
M4 Carbine BERJAYA

Amerika Serikat

Senapan Serbu 5.56x45mm
FAMAS Prancis Senapan Serbu 0.223
HK 416 BERJAYA Jerman Senapan Serbu 5.56x45mm NATO
Pindad SPR-1[18]BERJAYA IndonesiaSenapan runduk7.62x51mm
Pindad SPR-3[18]BERJAYA IndonesiaSenapan runduk7.62x51mm
Pindad SPR-2[18]BERJAYA IndonesiaSenapan anti material12.7x99mm
Pindad SM3BERJAYA IndonesiaSenapan mesin ringan5.56x45mmVersi lokal FN Minimi.
Pindad SM2[18]BERJAYA IndonesiaSenapan mesin serbaguna7.62x51mmVersi lokal FN MAG.
Pindad SMB-QCBBERJAYA IndonesiaSenapan mesin berat12.7x99mmVersi lokal CIS 50MG.

Granat dan Sistem Roket

[sunting | sunting sumber]
Nama Asal Tipe Jumlah Keterangan
Pindad SPG1BERJAYA IndonesiaPelontar granat senapanPelontar granat yang pertama kali diproduksi lokal
M79BERJAYA Amerika SerikatPelontar geranat tembakan tunggal
AT-13 Metis MBERJAYA RusiaPelontar rudal anti-tank
M80[19]BERJAYA YugoslaviaRudal panggul
PF-89 China Roket Anti Tank
Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
Leopard RevolutionBERJAYA JermanTank tempur utama61Paket upgrade Leopard 2 dari Rheinmetall. Dipesan oleh Jenderal Pramono Edhie Wibowo [20]
Leopard 2A4BERJAYA JermanTank tempur utama42Satu paket dengan Leopard Revolution[21]
AMX-13BERJAYA PrancisTank ringan325Ditingkatkan kemampuannya di PT Pindad
FV101 Scorpion 90BERJAYA Britania RayaTank ringan100Sebagian akan dipindah ke pulau Kalimantan

Angkut Personel Ringan

[sunting | sunting sumber]
Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
AMX-VTTBERJAYA PrancisPengangkut personel lapis baja200
Tarantula 6x6BERJAYA Republik KoreaKendaraan tempur infanteri22Ditempatkan pada dua batalyon, yakni di Yonkav 1 Tank/Kostrad dan Yonkav 9 Serbu/Kodam Jaya.
Marder 1A3BERJAYA JermanKendaraan tempur infanteri50Satu paket dengan Leopard Revolution.[22]
V-150 CommandoBERJAYA Amerika SerikatPengangkut personel lapis baja200
VABBERJAYA PrancisPengangkut personel lapis baja46Awalnya terdapat 14 disediakan. 32 lagi dibeli tahun 2006 untuk misi perdamaian Indonesia di Lebanon.[23]
Alvis StormerBERJAYA Britania RayaPengangkut personel lapis baja~70Termasuk varian pengangkut personel lapis baja, mobil komando, ambulans, derek, ranpur logistik, dan ranpur jembatan.[24]
Pindad APS-3 ANOABERJAYA IndonesiaPengangkut personel lapis baja380+[25]Pemesanan Anoa pertama oleh TNI AD pada tahun 2008 sebanyak 154 unit untuk berbagai tipe. tahun 2011 memesan 11 unit tipe APC semua. Tahun 2012 memesan 61 unit.[26]
Pindad APR-1VBERJAYA IndonesiaPengangkut personel lapis baja402004Pendahulu Pindad APS-3. Dirancang berdasarkan rangka truk komersial milik Isuzu. Pesanan lanjutan batal akibat gempa bumi Samudra Hindia 2004.

Kendaraan Lapis Baja

[sunting | sunting sumber]
Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
FV601 SaladinBERJAYA Britania RayaMobil lapis baja69Secara bertahap akan diganti dengan Pindad Badak
Ferret[27]BERJAYA Britania RayaMobil lapis baja55
Cadillac Gage Commando ScoutBERJAYA Amerika SerikatMobil lapis baja261983
BTR-40[27]BERJAYA Uni SovietMobil lapis baja100-1301963–1965Dimodifikasi di Indonesia dari pengangkut personel lapis baja menjadi varian intai lapis baja.[28]
Pindad Badak BERJAYA Indonesia Mobil lapis baja 50 2016[29]

Sarana pendukung dan logistik

[sunting | sunting sumber]
Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
M151 MUTTBERJAYA Amerika SerikatKendaraan angkut ringan
Dodge M37BERJAYA Amerika SerikatKendaraan angkut ringan
Renault Sherpa 2BERJAYA PrancisKendaraan angkut ringan30Juli 2011Diumumkan pada Juli 2011[30]
Land Rover LWBBERJAYA Britania RayaKendaraan angkut ringan
Steyr Puch Haflinger 700 APBERJAYA AustriaKendaraan angkut ringan
Toyota Hilux BERJAYA Jepang Kendaraan angkut ringan
Isuzu D-Max BERJAYA Jepang Kendaraan angkut ringan
Ford Ranger Amerika Serikat Kendaraan angkut ringan
Nissan Q4W73BERJAYA JepangTruk ringan
DAF YA400BERJAYA BelandaTruk angkut
UnimogBERJAYA JermanTruk menengah
Steyr 680MBERJAYA AustriaTruk menengah
Bedford MKBERJAYA Britania RayaTruk ringan
AM General M35BERJAYA Amerika SerikatTruk menengah
Steyr 17M29BERJAYA AustriaTruk menengah
FAW CA150PL2BERJAYA TiongkokTruk menengah
XR311 FAVBERJAYA Amerika SerikatKendaraan serang cepat
Cakra FAVBERJAYA IndonesiaKendaraan serang cepat

Artileri, sistem pertahanan udara dan radar

[sunting | sunting sumber]
Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
Astros IIBERJAYA BrasilPeluncur roket multilaras63[31]Multikaliber
NDL-40BERJAYA IndonesiaPeluncur roket multilaras50Kaliber 77 mm, buatan PT DI
M48BERJAYA YugoslaviaMeriam gunung144
AZP S-60BERJAYA Uni SovietArtileri antipesawat kaliber 57mm256
Oerlikon Skyshield[32]BERJAYA SwissArtileri antipesawat kaliber 35mm-
M101 [33]BERJAYA Amerika SerikatArtileri tarik180
KH 178BERJAYA Korea SelatanArtileri tarik72
KH 179 BERJAYA Korea Selatan Artileri tarik kaliber 155mm
FH-2000[33]BERJAYA SingapuraArtileri tarik8
Poprad (versi rudal Grom dalam sishanud Kobra [34])BERJAYA PolandiaRudal darat-ke-udara jarak pendekTidak diketahui, tetapi dipercaya lebih dari 70 unit [35]
ZU-23-2 (Buatan Polandia) BERJAYA Polandia Artileri Anti-Pesawat kaliber 23mm -
RapierBERJAYA Britania RayaRudal darat-ke-udara120Akan diganti
RBS-70[36]BERJAYA SwediaRudal darat-ke-udara45
Mistral[37]BERJAYA PrancisRudal darat-ke-udara-
QW-3[38]BERJAYA TiongkokRudal darat-ke-udara-
AMX Mk 61BERJAYA PrancisArtileri gerak sendiri57
CAESARBERJAYA PrancisArtileri gerak sendiri36[39]
TAFLIRBERJAYA PrancisRadar5
ITBM/KHAN Turki Rudal Balistik darat-ke-darat 1 4
Pesawat Asal Tipe Versi Beroperasi[40] Keterangan
Aero CommanderBERJAYA Amerika SerikatHelikopter angkut6803
Boeing AH-64 ApacheBERJAYA Amerika SerikatHelikopter serangAH-64E Guardian 8[41]
Bell 47BERJAYA Amerika SerikatHelikopter multiperan47G10
Bell UH-1 IroquoisBERJAYA Amerika SerikatHelikopter multiperanBell-205A110
Bell 412BERJAYA Amerika Serikat/BERJAYA IndonesiaHelikopter transpor412EP24Dibuat dengan lisensi di PT DI
Britten-Norman IslanderBERJAYA Britania RayaTranspor multiperanBN-2A1
CASA C-212 AviocarBERJAYA Spanyol/BERJAYA IndonesiaTranspor taktis4Transfer produksi pada PT DI
Cessna 310BERJAYA Amerika SerikatTranspor multiperan4
Eurocopter Bo 105BERJAYA Jerman/BERJAYA IndonesiaHelikopter multiperan30Dibuat dengan lisensi di PT DI
Eurocopter EC120 Colibri Prancis Helikopter Latih Untuk menggantikan Schweizer 300
Eurocopter Fennec Prancis/ Indonesia Helikopter multiperan AS550 11 Dibuat dengan lisensi di PT DI
Mil Mi-17 Hip-HBERJAYA RusiaHelikopter serang ringan dan transporMi-17V512
Mil Mi-35 HindBERJAYA RusiaHelikopter serangMi-35 Hind-F5[42]
Schweizer 300BERJAYA Amerika SerikatHelikopter latih300C6Akan diganti

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Oktaviani, Tari (2023-12-13). "Tanggal 15 Desember 2023 Memperingati Hari Apa?". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-01-26.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "PERPRES No. 66 Tahun 2019 Tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia". Peraturan.go.id. 2019-10-18. Diakses tanggal 2024-01-26.
  3. "Sejarah TNI". TNI.MIL.ID. Diakses tanggal 2024-01-24.
  4. "Tap MPR Nomor VI/MPR/2000 Tentang Pemisahan TNI dan Polri". Kompaspedia. 2021-01-27. Diakses tanggal 2025-12-03.
  5. Media, Kompas Cyber (2021-10-06). "Saat Polri dan TNI Dipisahkan, Sebelumnya Bernaung dalam ABRI... Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  6. Media, Kompas Cyber (2021-10-04). "TNI, Sejarah dan Tugas Pokoknya Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-03.
  7. Fandy. "Sejarah TNI: Pengertian, Tugas, dan Angkatan". Diakses tanggal 2025-12-03.
  8. Hasan, Letjend TNI Mohamad. "TNI sebagai Anak Kandung Rakyat". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-03.
  9. ptj. "Sejarah Agresi Militer Belanda II: Tujuan dan Kronologi". edukasi. Diakses tanggal 2025-12-03.
  10. "Peristiwa 4 Januari 1946: Pemindahan Ibu Kota RI ke Yogyakarta". merdeka.com. {publish_date}. Diakses tanggal 2025-12-03. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. Azizah, Ulvia Nur. "Kilas Balik 5 September 1945: Bergabungnya Jogja dengan NKRI". detikjogja. Diakses tanggal 2025-12-03.
  12. Media, Kompas Cyber (2023-09-05). "Gerakan Operasi Militer I, Operasi untuk Menumpas PKI Madiun 1948". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  13. Zulfikar, Fahri. "Pemberontakan PKI Madiun: Latar Belakang, Tujuan, dan Tokoh yang Jadi Korban". detikedu. Diakses tanggal 2025-12-03.
  14. Media, Kompas Cyber (2021-04-10). "Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  15. Media, Kompas Cyber (2021-04-10). "Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  16. Humas (2019-11-07). "Perpres No. 66/2019: Ada Wakil Panglima Dalam Struktur Organisasi TNI". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-03.
  17. 1 2 3 4 "SK KSAD No. Kep/747/IX/2022 - Alih Kodal Pussen dari Kodilatad menjadi Balakpus TNI AD". tniad.mil.id. 2022-10-14. Diakses tanggal 2024-01-27.
  18. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "TNI Angkatan Darat - Situs Resmi TNI Angkatan Darat" (dalam bahasa Indonesian). 19 March 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-25. Diakses tanggal 2012-03-29. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  19. Minister of Economy and Regional Development Republic of Serbia (24 September 2010), Annual Report on the Transfers of Controlled Goods in 2008 (dalam bahasa English), Stockholm International Peace Research Institute, diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-21, diakses tanggal 30 September 2010 {{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  20. "TNI AD akan beli 100 tank Leopard dan 8 heli Apache dari Eropa". detiknews.com. 11 November 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-12. Diakses tanggal 14 Oktober 2012. {{cite news}}:
  21. Indra Wijaya (23 September 2013). "Dua Tank Leopard Tiba di Tanah Air". Tempo.co. Tempo. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-08. Diakses tanggal 5 Oktober 2013. {{cite news}}:
  22. "General Cache Information of Marder" (dalam bahasa English). Military Today. Diakses tanggal 7 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  23. "TNI defends purchase of 32 armored vehicles" (dalam bahasa English). The Jakarta Post. 18 September 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-04. Diakses tanggal 10 Juli 2007. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  24. "Stormer - Light Armoured Vehicles - Jane's Land Forces". Jane's Information Group. 18 Januari 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-06. Diakses tanggal 2012-03-29. {{cite web}}:
  25. "Pindad Delivers 40 Units of 6x6 Armoures Personnel Carrier to Department of Defence" (Press release). Pindad. Agustus 2009. Diakses tanggal 19 Maret 2011. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-23. Diakses tanggal 2022-10-25. {{cite web}}:
  26. "Malaysia dan Irak Tunggu Kesepakatan PT Pindad Untuk Boyong Panser Anoa". detikcom. detikNews. 16 Oktober 2012. Diakses tanggal 16 Oktober 2012.
  27. 1 2 "Stockholm International Peace Research Institute-The Independent Resource on Global Security". Sipri.org. Diakses tanggal 2 Januari 2014.
  28. "BTR-40 series of wheeled armoured vehicles". JEDsite. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-26. Diakses tanggal Januari 2011. {{cite news}}: ; Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  29. Cahyani, Dewi Rina (2016-01-20). Cahyani, Dewi Rina (ed.). "Jusuf Kalla Pesan 50 Panser Badak Buatan Pindad". Tempo.co. Diakses tanggal 2018-06-12.
  30. "Renault Trucks Defense Receive New Orders form Indonesia". Renault Trucks Defense. Juli 2011. Diakses tanggal Juli 2011. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  31. "Компания «Авибрас» поставит СВ Индонезии РСЗО «Астрос-2»" (dalam bahasa Russian). Arms Trade. 9 November 2012. Diakses tanggal 14 November 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  32. "Air Force Orders anti-Aricraft Weapons". Embassy of the Republic of Indonesia for Norway. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-24. Diakses tanggal 7 Agustus 2015. {{cite news}}:
  33. 1 2 http://pussenarmed.kodiklat-tniad.mil.id/index.php?option=com_content&view=article&id=46&Itemid=180[pranala nonaktif permanen]
  34. "Indo Defence 2010: 4th Indonesia Tri Service Dafence and Aerospace Exhibition" (dalam bahasa English). Army Recognation. 10 November 2010. Diakses tanggal 10 November 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  35. "Salinan arsip". Diakses tanggal 2012-03-29. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  36. Haryo Adjie Nogo Seno (10 Februari 2009). "RBS-70 : Rudal Pencegat Supersonik Jarak Dekat". IndoMiliter. Diakses tanggal 10 Februari 2009.
  37. Saiful Munir (12 Oktober 2014). "Spesifikasi Alutsista Rudal Mistral Milik TNI AD". Sindonews.com. SindoNews. Diakses tanggal 7 Agustus 2015.
  38. Hendri Firzani (3 Januari 2008). "Rudal Cina Warisan Jenderal Djoko". Gatra. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-03-21. Diakses tanggal 2013-01-23. {{cite news}}:
  39. http://defense-studies.blogspot.com/2012/09/dua-howitzer-caesar-155-mm-tiba-di.html
  40. "World Military Aircraft Inventory", Aerospace Source Book 2007, Aviation Week & Space Technology, January 15, 2007.
  41. Palupi Annisa Auliani (6 Oktober 2011). "Sjafrie:Kalau PT DI Bisa Lebih Murah, Kemenhan akan Beli Lebih Banyak". Republika.co.id. Diakses tanggal 6 Oktober 2011.
  42. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-20. Diakses tanggal 2012-03-29. {{cite web}}:

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]