close
Lompat ke isi

Xantiosit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Xanthiosite)
Xanthiosit
Kristal kuning xanthiosit
Aerugit (hijau) dan Xanthiosit (kuning)
Umum
KategoriMineral arsenat
Rumus kimiaNi₃(AsO₄)₂
Simbol IMAXth[1]
Status IMAGrandfathered (dideskripsi sebelum IMA)
Pertama dideskripsi: 1858[2]
Klasifikasi Strunz8.AB.25
Klasifikasi Dana38.03.02.01
Indeks mineral Hey20.10.8
Sistem kristalMonoklinik
Kelas kristalPrismatik (2/m) (simbol H-M yang sama)
Grup ruangP21/a (No. 14)[3]
Sel unita = 10,174 Å, b = 9,548 Å, c = 5,766 Å; β = 92,98°; Z = 4[3]
Identifikasi
Rumus massa453,94 g/mol
WarnaKuning belerang hingga kuning keemasan, kadang dengan semburat kehijauan[2][4]
Perawakan kristalKristal mikroskopis (hingga 200 μm), bentuk prisma pendek hingga hampir membulat, sering tidak sempurna[4]
FrakturTidak rata; rapuh[4]
Sifat dalamRapuh
Skala Mohs (kekerasan)4[5]
KilauLilin (waxy) hingga tanah
GoresKuning pucat[5]
DiafaneitasTembus cahaya (translucent)[5]
Berat jenis5,37–5,47 (terukur); 5,39 (terhitung)[5]
Sifat optikBiaksial (diduga, karena sistem kristal monoklinik)
Indeks biasn (terhitung) ≈ 1,91–1,92 (dari hubungan Gladstone-Dale)
Fluoresensi UVTidak berpendar (non-fluoresen)
KelarutanLarut dalam asam klorida (HCl)[2]
RadioaktifTidak radioaktif
Karakteristik lainPolimorf ortorombik dikenal dari sintesis laboratorium[3]
Referensi[3][5][4]


Xantiosit adalah mineral arsenat langka dengan komposisi kimia nikel arsenat anhidrat, Ni₃(AsO₄)₂. Mineral ini pertama kali ditemukan di Johanngeorgenstadt, Saxony, Jerman, dan dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1858 oleh Carl Wilhelm Bergemann.[2] Nama "Xanthiosite" diberikan oleh Gilbert Joseph Adam pada tahun 1869, berasal dari bahasa Yunani xanthos (ξανθός) yang berarti "kuning" dan thion (θείον) yang berarti "belerang", merujuk pada warna khasnya yang kuning belerang.[6]

Sejarah Penemuan

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1857, Carl Wilhelm Bergemann menerima spesimen kristal berukuran kepalan tangan dari pedagang mineral Adam August Krantz. Spesimen tersebut diklaim berasal dari urat yang mengandung senyawa uranium di Johanngeorgenstadt, Pegunungan Bijih (Erzgebirge), Saxony. Dari spesimen ini, Bergemann mengidentifikasi tiga mineral nikel baru yang kemudian dikenal sebagai aerugit, bunsenit, dan xanthiosit.[2]

Bergemann mendeskripsikan xantiosit sebagai agregat berbentuk lamellar (menyerupai lempeng tipis) dengan warna kuning belerang dan sedikit semburat kehijauan. Ia juga menyadari bahwa mineral ini merupakan analog anhidrat dari annabergit (Ni₃(AsO₄)₂·8H₂O). Bergemann sendiri tidak memberi nama pada mineral tersebut, karena ia menganggap lebih bijaksana untuk menunggu hingga ditemukan dalam jumlah lebih besar sebelum menamainya.[2]

Kristalografi

[sunting | sunting sumber]

Xantiosit mengkristal dalam sistem monoklinik dengan grup ruang P21/a. Parameter sel unit yang ditentukan melalui studi kristal tunggal adalah a = 10,174 Å, b = 9,548 Å, c = 5,766 Å, dan β = 92,98°, dengan empat unit formula per sel unit (Z = 4).[3][5]

Struktur kristal xantiosit terdiri dari rantai oktahedral NiO₆ yang saling berbagi sudut dengan tetrahedra AsO₄. Polimorf ortorombik dari Ni₃(AsO₄)₂ juga telah disintesis di laboratorium, menunjukkan adanya polimorfisme pada senyawa ini.[3]

Sifat Fisik dan Optik

[sunting | sunting sumber]

Xantiosit umumnya berwarna kuning belerang hingga kuning keemasan, kadang dengan semburat kehijauan.[2] Dalam temuan terbaru, warna yang dilaporkan cenderung kuning muda hingga hijau muda pada kerak mikrokristalin.[4] Mineral ini memiliki kekerasan 4 dalam skala Mohs, sebanding dengan fluorit, dan berat jenis berkisar antara 5,37 hingga 5,47 g/cm³.[5]

Kristal xantiosit umumnya berukuran sangat kecil (mikroskopis), hingga sekitar 200 μm, dengan bentuk prisma pendek hingga hampir membulat. Seringkali kristal tidak sempurna dengan permukaan yang tidak jelas dan membulat.[4] Kilapnya bervariasi dari seperti lilin (waxy) hingga tanah (earthy) pada agregat. Mineral ini bersifat rapuh (brittle) dengan fraktur tidak rata.[5]

Spektroskopi Raman

[sunting | sunting sumber]

Studi spektroskopi Raman pertama pada xantiosit dilakukan pada tahun 2022.[4] Spektrum Raman xantiosit menunjukkan pita-pita dominan yang terkait dengan vibrasi ulur (stretching) As-O dalam polihedra AsO₄ pada bilangan gelombang 786, 808, 826, dan 843 cm⁻¹. Pita-pita dari vibrasi tekuk (bending) As-O berada di bawah 700 cm⁻¹, sementara mode vibrasi kisi dan interaksi Ni-O muncul di bawah 250 cm⁻¹. Tidak ditemukan pita yang terkait dengan vibrasi ulur OH⁻, mengkonfirmasi sifat anhidrat mineral ini.[4]

Keberadaan dan Lokasi

[sunting | sunting sumber]

Xantiosit terbentuk sebagai mineral sekunder dalam endapan bijih hidrotermal nikel-arsen-uranium. Mineral ini merupakan hasil oksidasi dari mineral nikel-arsenida primer seperti nikelit (NiAs) atau rammelsbergit (NiAs₂) dalam kondisi anhidrat.[5]

Lokasi Tipe

[sunting | sunting sumber]

Lokasi tipe xantiosit adalah Johanngeorgenstadt, Pegunungan Bijih (Erzgebirge), Saxony, Jerman. Di sini, mineral ditemukan dalam paragenesis dengan bismut native, aerugit (Ni₈,₅(AsO₄)₂As⁵⁺O₈), dan bunsenit (NiO).[2][4] Material tipe disimpan di beberapa institusi:

Mineral Terkait

[sunting | sunting sumber]

Xantiosit sering ditemukan bersama dengan mineral arsenat nikel langka lainnya:

· Aerugit (Ni₈,₅(AsO₄)₂As⁵⁺O₈) — berwarna hijau gelap hingga hijau-biru

· Bunsenit (NiO) — berwarna hijau apel hingga hijau zaitun

· Annabergit (Ni₃(AsO₄)₂·8H₂O) — analog terhidrasi dari xanthiosit

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Warr, L.N. (2021). "IMA–CNMNC approved mineral symbols". Mineralogical Magazine. 85 (3): 291–320. doi:10.1180/mgm.2021.43.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 Bergemann, C. (1858). "Ueber einige Nickelerze". Journal für Praktische Chemie. 75 (1): 239–244. doi:10.1002/prac.18580750126.
  3. 1 2 3 4 5 6 Barbier, J.; Frampton, C. (1991). "Structures of orthorhombic and monoclinic Ni₃(AsO₄)₂". Acta Crystallographica Section B. 47 (4): 457–462. doi:10.1107/S0108768191001783.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sejkora, J.; Grey, I.E.; Mumme, W.G.; Kampf, A.R.; Skoda, R.; Etschmann, B. (2022). "New data on xanthiosite from Jáchymov, Czech Republic". Mineralogical Magazine. 86 (2): 245–256. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "sejkora2022" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Davis, R.J.; Hey, M.H.; Kingsbury, A.W.G. (1965). "Xanthiosite and aerugite". Mineralogical Magazine. 35 (269): 72–83. doi:10.1180/minmag.1965.035.269.10.
  6. Adam, G.J. (1869). Tableau minéralogique. Paris.