close
Lompat ke isi

Shirin Ebadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Infobox orangShirin Ebadi
BERJAYA
(2017) Suntingan nilai di Wikidata
Nama dalam bahasa asli(fa) شیرين عبادى Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran21 Juni 1947 Suntingan nilai di Wikidata (78 tahun)
Hamedan Suntingan nilai di Wikidata
Hakim
Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikYahudi Iran Suntingan nilai di Wikidata
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanUniversitas Teheran Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
PekerjaanHakim, pengacara, aktivis hak wanita, politikus, aktivis perdamaian, penulis, aktivis hak asasi manusia, ahli hukum Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Teheran Suntingan nilai di Wikidata
4 Januari 2021Dialogue for Catalonia (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Tanda tangan
BERJAYA

IMDB: nm1505923 Allocine: 550876 Modifica els identificadors a Wikidata

Shirin Ebadi (bahasa Persia: شیرین عبادی, lahir 21 Juni 1947) adalah pengacara dan aktivis hak asasi manusia asal Iran. Pada 10 Oktober 2003, ia dianugerahi Penghargaan Perdamaian Nobel untuk usahanya dalam penegakan demokrasi dan hak asasi, terutama hak-hak wanita dan anak-anak. Ia merupakan tokoh Iran dan muslimah pertama yang menerimanya.

Penghargaan Nobel

[sunting | sunting sumber]

Shirin Ebadi dianugerahi Penghargaan Perdamaian Nobel untuk keberaniannya bagi demokrasi dan hak asasi manusia pada tanggal 10 Oktober 2003. Panitia seleksi memujinya sebagai "pemberani" yang "tidak pernah tunduk pada ancaman terhadap dirinya". Penganugerahan ini oleh sebagian pengamat dinilai sebagai kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah, terutama Perang Irak. Sebelumnya, George W. Bush juga menyebut Iran sebagai "poros setan".

Tidak lama setelah pengumuman itu, Ebadi menyatakan dalam konferensi pers bahwa ia menolak segala bentuk intervensi asing dalam masalah negara Iran. Ia menyatakan bahwa perjuangan hak asasi di Iran dilakukan oleh rakyat Iran dan mereka menolak intervensi asing di Iran. Selain itu, ia juga membela program nuklir negaranya dengan alasan ekonomi dan kebanggan bangsa Iran, terlepas dari ideologi yang dianutnya.