Abelsonit
| Abelsonit | |
|---|---|
Spesimen Abelsonit dari Formasi Green River, Utah, AS[1] | |
| Umum | |
| Kategori | Mineral organik |
| Rumus kimia | NiC31H32N4[2] |
| Simbol IMA | Abl[3] |
| Status IMA | Disetujui 1975[2] |
| Klasifikasi Strunz | 10.CA.20[1] |
| Klasifikasi Dana | 50.04.09.01[4] |
| Sistem kristal | Triklinik[5] |
| Kelas kristal | Pinakoidal (1) (simbol H–M: 1)[5] |
| Grup ruang | P1 (No. 2)[5] |
| Sel unit | a = 8,445(2) Å, b = 10,899(3) Å, c = 7,278(2) Å
α = 90,48(2)°, β = 113,17(2)°, γ = 78,04(2)° Z = 1[5] |
| Struktur | |
Struktur molekul Abelsonit (porfirin nikel) | |
| Identifikasi | |
| Warna | Merah jambu keunguan, ungu keabu-abuan gelap, merah keunguan pucat, coklat kemerahan[2][1] |
| Perawakan kristal | Kristal pipih tipis, agregat laminar[2] |
| Belahan | Baik pada {111} (dalam koordinat piroksen)[6] |
| Fraktur | Rapuh, konkoidal[4] |
| Skala Mohs (kekerasan) | 2–3 (Skala Mohs)[2] |
| Kilau | Intan, sub-logam[1] |
| Gores | Merah jambu pucat[2] |
| Diafaneitas | Transparan hingga tembus cahaya[4] |
| Berat jenis | 1,45 (terukur)[2] |
| Sifat optik | Biaksial (-)[6] |
| Fluoresensi UV | Non-fluoresen[2] |
| Kelarutan | Larut dalam benzena dan aseton; tidak larut dalam air, HCl encer, dan HNO3 encer[2] |
| Pengotor umum | Fe, Cr (menggantikan Ni)[1] |
| Radioaktif | Non-radioaktif |
| Karakteristik lain | Satu-satunya mineral geoporfirin kristalin yang diketahui[5] |
| Referensi | [2][6][5][1][4] |
Abelsonit adalah mineral organik langka yang termasuk dalam kelompok porfirin dan merupakan satu-satunya mineral geoporfirin kristalin yang diketahui hingga saat ini[2][5]. Mineral ini pertama kali ditemukan di Formasi Green River, Utah, Amerika Serikat, dan dinamai untuk menghormati Philip H. Abelson, seorang pelopor dalam geokimia organik[2].
Penemuan dan penamaan
[sunting | sunting sumber]Abelsonit ditemukan oleh Charles Milton dan rekan-rekannya pada tahun 1975 dan secara resmi disetujui oleh International Mineralogical Association (IMA) pada tahun yang sama[2]. Deskripsi lengkapnya dipublikasikan pada tahun 1978 dalam jurnal American Mineralogist. Nama mineral ini diberikan untuk menghormati Philip H. Abelson (1913–2004), fisikawan dan editor Science yang berkontribusi besar dalam penelitian bahan organik dalam batuan sedimen[2].
Kristalografi
[sunting | sunting sumber]Struktur kristal Abelsonit pertama kali dipecahkan oleh Storm dkk. (1984) menggunakan resonansi magnetik inti (NMR), yang menunjukkan bahwa mineral ini merupakan nikel etioporfirin[7]. Analisis difraksi sinar-X kemudian dilakukan oleh Mason dkk. (1989) dan diperbarui oleh Hummer dkk. (2017), yang mengonfirmasi sistem kristal triklinik dengan grup ruang P1 (No. 2) dan parameter sel unit:[6][5]
- a = 8,4416(5) Å, b = 10,8919(6) Å, c = 7,2749(4) Å,
- α = 90,465(2)°, β = 113,158(2)°, γ = 78,080(2)°, Z = 1.
Struktur molekulnya terdiri dari ion Ni2+ yang terkoordinasi dengan empat atom nitrogen dari cincin porfirin, membentuk kompleks yang stabil[7][5].
Sifat fisik dan kimia
[sunting | sunting sumber]Abelsonit umumnya berwarna merah jambu keunguan hingga ungu keabu-abuan gelap, dengan kilau intan hingga sub-logam[2][8]. Goresnya berwarna merah jambu pucat. Mineral ini transparan hingga tembus cahaya dan memiliki kekerasan 2–3 dalam skala Mohs, setara dengan gipsum hingga kalsit[2]. Berat jenis terukur adalah 1,45, lebih rendah dari kebanyakan mineral anorganik karena kandungan organiknya yang tinggi[2].
Sifat optiknya biaksial negatif, namun data indeks bias dan pleokroisme masih memerlukan pengukuran lebih lanjut[6]. Abelsonit tidak menunjukkan fluoresensi di bawah sinar ultraviolet[2].
Mineral ini larut dalam pelarut organik seperti benzena dan aseton, tetapi tidak larut dalam air, asam klorida encer, maupun asam nitrat encer[2]. Pengotor yang umum ditemukan adalah besi (Fe) dan kromium (Cr) yang menggantikan posisi nikel (Ni) dalam struktur[1].
Keberadaan dan genesis
[sunting | sunting sumber]Abelsonit ditemukan dalam lapisan batuan sedimen kaya organik dari Formasi Green River (Eosen), terutama di daerah Uintah County, Utah, dan juga dilaporkan di Colorado[6][8]. Mineral ini terbentuk melalui proses diagenetik dari bahan organik yang mengalami perubahan termal selama pengendapan, menghasilkan porfirin yang terikat dengan logam (nikel)[6]. Biasanya berasosiasi dengan mineral lain seperti albite, kuarsa, illit, dan pirit[1].
Studi distribusi stratigrafi oleh Mason dkk. (1989) menunjukkan bahwa abelsonit terdapat dalam zona-zona tertentu yang kaya akan bahan organik dengan tingkat kematangan termal yang sesuai[6]. Mineral ini juga menjadi penanda (indikator) penting dalam memahami sejarah diagenesis cekungan Green River.
Status kelangkaan
[sunting | sunting sumber]Hingga publikasi terbaru, abelsonit tetap menjadi satu-satunya mineral geoporfirin yang diketahui memiliki struktur kristal yang terdefinisi dengan baik[5]. Meskipun porfirin lain yang mengandung vanadil (VO) telah disintesis dan ditemukan dalam bahan organik, bentuk kristalin alaminya belum ditemukan[9].
Mineral sejenis
[sunting | sunting sumber]| Kode Strunz | Nama Mineral | Rumus Kimia |
|---|---|---|
| 10.CA. | Allantoin (mineral) | C₄H₆N₄O₃ |
| 10.CA. | Pabellóndepicaite | Cu²⁺₂(N₃C₂H₂)₂(NH₃)₂(NO₃)Cl · 2H₂O |
| 10.CA. | Bojarite | Cu₃(N₃C₂H₂)₃(OH)Cl₂ · 6H₂O |
| 10.CA. | Natrosulfatourea | Na₂(SO₄)[CO(NH₂)₂] |
| 10.CA. | Tholins | (C,H,N) |
| 10.CA. | Fuchunite | Ba(C₂H₃O₃)₂(C₂H₄O₃)₂ |
| 10.CA.05 | Refikite | C₂₀H₃₂O₂ |
| 10.CA.10 | Flagstaffite | C₁₀H₂₂O₃ |
| 10.CA.15 | Hoelite | C₁₄H₈O₂ |
| 10.CA.25 | Kladnoite | C₆H₄(CO)₂NH |
| 10.CA.30 | Tinnunculite (of Chesnokov & Shcherbakova) | C₁₀H₁₂N₈O₈ |
| 10.CA.30 | Guanine (mineral) | C₅H₅N₅O |
| 10.CA.35 | Urea (mineral) | CO(NH₂)₂ |
| 10.CA.40 | Uricite | C₅H₄N₄O₃ |
| 10.CA.45 | Chanabayaite | CuCl(N₃C₂H₂)(NH₃) · 0.25H₂O |
| 10.CA.50 | Triazolite | NaCu₂(N₃C₂H₂)₂(NH₃)₂Cl₃ · 4H₂O |
| 10.CA.55 | Ernstburkeite | Mg(CH₃SO₃)₂ · 12H₂O |
| 10.CA.60 | Joanneumite | Cu(C₃N₃O₃H₂)₂(NH₃)₂ |
| 10.CA.65 | Tinnunculite | C₅H₄N₄O₃ · 2H₂O |
| 10.CA.70 | Dopplerite | [DATA TERKINI DIBUTUHKAN: rumus kimia] |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 "Abelsonite". Mindat.org. Diakses tanggal 2026-03-13.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Milton, Charles; Dwornik, Edward J.; Estep-Barnes, Patricia A.; Finkelman, Robert B.; Pabst, Adolf; Palmer, Susan (1978). "Abelsonite, nickel porphyrin, a new mineral from the Green River Formation, Utah". American Mineralogist. 63 (9–10): 930–937.
- ↑ Warr, L.N. (2021). "IMA–CNMNC approved mineral symbols". Mineralogical Magazine. 85: 291–320. doi:10.1180/mgm.2021.43.
- 1 2 3 4 "Abelsonite". Webmineral.com. Diakses tanggal 2026-03-13.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hummer, Daniel R.; Noll, Bruce C.; Hazen, Robert M.; Downs, Robert T. (2017). "Crystal structure of abelsonite, the only known crystalline geoporphyrin". American Mineralogist. 102 (5): 1129–1132. doi:10.2138/am-2017-6035.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Mason, G.M.; Trudell, L.G.; Branthaver, J.F. (1989). "The crystal structure of abelsonite". American Mineralogist. 74 (9–10): 1193–1197.
- 1 2 Storm, C.B.; Krane, J.; Skjetne, T.; Telnaes, N.; Branthaver, J.F.; Baker, E.W. (1984). "The structure of abelsonite". Science. 223 (4640): 1075–1076. doi:10.1126/science.223.4640.1075.
- 1 2 "Abelsonite". Handbook of Mineralogy (PDF). Mineralogical Society of America. 2005.
- ↑ Miller, S.A.; Hambley, T.W.; Taylor, J.C. (1984). "Crystal and molecular structure of a natural vanadyl porphyrin". Australian Journal of Chemistry. 37 (4): 761–766. doi:10.1071/CH9840761.
